BER MILIAR - MILIAR  

Diposting oleh Rasyid Sidik

Pengenalan Tokoh :

Si KaMal                    (Kalender Mahal)
Si ParMah                 (Parfum Mahal)
Si BeJaL                    (Tempat Beol Ja Mahal)
Si PraDaL                  (Perawatan Gedungnya Mahal)
Si RuPaHal               (Ruang Rapatnya Mahal)
Si KaLuRi                  (Suka ke Luar Negeri)
*Si MakSus               (Makan aja Susah)

Pagi hari di sebuah taman kota, ada sekumpulan anak - anak sedang bercakap - cakap, terdapat enam orang anak dari keluarga super mapan, dan satu anak dari keluarga yang buat makan sehari - hari saja susah. Salah satu dari mereka mulai membuka percakapan.

Si Kamal        : " Kalian tau gak? Bokap gw tu orang paling kaya, kalendernya ja seharga 1,3 miliar.. Hebat kan? Hahaha
                        (dengan sombongnya)

All                   : "Wooowwwww mantab bro,
                        (memuji Si Kamal)
bisa lo buat tanggal merah semua dong tu kalender?! whahahaha"
(mereka tertawa bersama)

Si Parmah     : " Eh, Bokap gw kayanya juga gak kalah lo, bokap gw parfum ruangannya 1,6 miliar".

All                  : "Wiiiddddiiihhhhhh.....Asyik jadi tetangga lo, Pasti sekali semprot satu RT wangi semua tu, whahahaha"
(kembali tertawa)

Si Bejal         : " Tunggu dulu, tempat buang teh basi bokap gw ja seharga 2 miliar, kebayang gak lo? whahaha"
(teh basi = konotasinya , semoga mudeng).

All                   : "Giiillllaaaa cuuuuyyyyy..... gw acungin jempol deh buat bokap lo"
(memuji dan terheran - heran)

Si Pradal        :"Eits.. jangan lupain gw sama Si Rupahal."

Si Rupahal    : "Yo'i mamen"
(menyambung)

All                   : " Apa - apa - apa - apa??? ayo ceritakan!!!"
(pinta mereka penasaran)

Si Pradal       : "Nih, Gedung bokap gw itu perawatannya saja 15 miliar, terus berapa kalau bikinnya coba?, mantab kan??"
(memamerkan)

All                   :"Alamaaakkk...Super sekaleee.. terus Si Rupahal?"

Si Rupahal   : "Kalau bokap gw,baru  ruang rapat saja seharga 20 miliar,  makanya kalo lagi rapat bokap gw lebih nyaman tidur di sana"
(dengan senyum sinisnya)

All                 : " wuuuiiihhh...wuuuiihhh..... pasti nyaman bener tu ruangan,
Ngiler gak bokap lo ?  whahaha”

Si Kaluri         : "Kalau bokap gw mah gak berbentuk barang, cuman tiap hari jalan - jalan ke luar negeri geto, whahaha"

All                   : " wwwaaaahhhhhh....pengeeennnn...."

(Yang sebelumnya terheran - heran, tiba - tiba dengan yakin  Si Maksus ikut memamerkan keadaannya dan perkatan polos keluar)

Si Maksus     : "Masih kaya bapak saya berarti".

Si Kamal        : " Kok bisa? Bokap lo kan gak punya apa - apa? dari mana bisa dibilang lebih kaya?"
(dengan gayanya)

Si Maksus     : " Nah itu tadi, duit 1,3 miliar sampe 20 miliar yang dipakai bapak - bapakmu sama ongkos jalan - jalan ke luar negeri itukan duitnya bapak saya"
(masih polos)

All                   : "ah...gw gak percaya, mana buktinya???"

(menarik nafas panjang lalu dengan kecepatan bicara yang tinggi)

Si Maksus     :" Buktinya,,,,,,
Bapak saya gak pernah menikmati hari - hari besar, bahkan gak tau hari - hari besar tu kapan aja ,karena duit buat beli kalender sudah buat bayarin kalender bapak Si Kamal yang harganya 1,3 miliar.
Bapak saya kata orang badannya bauk, iya, karena duit bapak saya buat beliin kado parfum bapaknya Parmah seharga 1,6 miliar.
Bapak saya gak punya toilet, kalau buang teh basi dan lain - lain di sungai, itu juga karena demi bapaknya Bejal yang pengen toilet seharga 2 miliar.
Bapak saya gak punya rumah, jadi bapak saya sekeluarga termasuk saya gak punya tempat tinggal tetap jadi kami lebih sering tidur di pinggiran sungai, sebabnya masih sama, karena duit bapak saya sudah digunakan bapaknya Rupahal dan Pradal untuk bangunan - bangunan seharga 15 miliar dan 20 miliar, makanya tidur kami tak pernah senyenyak tidurnya bapaknya Rupahal sewaktu rapat.
Dan keluarga kami minim pengetahuan bahkan ada yang tidak bisa membaca, itu karena susahnya menyebrangi sungai untuk menuntut ilmu di sekolahan, duit bapak yang direncanakan untuk membangun jembatan, dengan cuma – cuma hanya untuk membayar biaya jalan - jalan bapaknya Si Kaluri ke luar negeri.
Jadi kaya bapaknya siapa?"

All                   : "%!@#%!@#^!#$^$#%#^!#$.......Bokap lo"
(jawaban simpel sambil mlongo) 0_0

Si Maksus     : " Makanya jangan sombong, bapak saya kan orang kayanya orang kaya, hahahahahahaha"
(entah ekspresi tertawanya seperti apa) -_-

Wakil? Apa sebenarnya peran seorang wakil?
Wakil ketua kelas, membantu ketua kelas.
Wakil kepala sekolah membantu kepala sekolah.
Wakil presiden, membantu presiden.
Wakil Rakyat, seharusnya juga membantu rakyat, bukan membuat buntu rakyat.
Ternyata wakil rakyat memang hanya sebatas wakil, kewajiban kerja untuk sekedar hadir pun juga mereka ‘wakil’-kan dan itu terbukti dengan ‘gaulnya’ para wakil rakyat sekarang yang bisa ‘nitip absen’ saat bolos kerja.
Dan inilah salah satu sisi kehidupan di Indonesia, semoga mereka yang senang berhura - hura dengan uang rakyat untuk hal yang percuma, bisa dibukakan pintu hatinya oleh Allah swt. Amin...

THE END
(JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH SAYA MOHON MAAF) :)


“Janganlah hanya mencari tempat tertinggi di mata semua orang, tapi juga carilah tempat tertinggi itu di hati setiap orang”
           

This entry was posted on 07.01 and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 komentar