Pengenalan Tokoh :
Si KaMal (Kalender Mahal)
Si ParMah (Parfum Mahal)
Si BeJaL (Tempat
Beol Ja Mahal)
Si PraDaL (Perawatan Gedungnya Mahal)
Si RuPaHal (Ruang Rapatnya Mahal)
Si KaLuRi (Suka ke Luar Negeri)
*Si MakSus (Makan aja Susah)
Pagi hari di sebuah taman
kota, ada sekumpulan anak - anak sedang bercakap - cakap, terdapat enam orang
anak dari keluarga super mapan, dan satu anak dari keluarga yang buat makan
sehari - hari saja susah. Salah satu dari mereka mulai membuka percakapan.
Si
Kamal : " Kalian tau gak? Bokap
gw tu orang paling kaya, kalendernya ja seharga 1,3 miliar.. Hebat kan? Hahaha
(dengan sombongnya)
All : "Wooowwwww mantab bro,
(memuji Si Kamal)
bisa
lo buat tanggal merah semua dong tu kalender?! whahahaha"
(mereka tertawa bersama)
Si
Parmah : " Eh, Bokap gw kayanya
juga gak kalah lo, bokap gw parfum ruangannya 1,6 miliar".
All :
"Wiiiddddiiihhhhhh.....Asyik jadi tetangga lo, Pasti sekali semprot satu
RT wangi semua tu, whahahaha"
(kembali
tertawa)
Si
Bejal : " Tunggu dulu, tempat buang teh basi bokap gw ja seharga
2 miliar, kebayang gak lo? whahaha"
(teh basi = konotasinya , semoga
mudeng).
All :
"Giiillllaaaa cuuuuyyyyy..... gw acungin jempol deh buat bokap lo"
(memuji dan terheran - heran)
Si Pradal
:"Eits.. jangan lupain gw sama Si Rupahal."
Si Rupahal :
"Yo'i mamen"
(menyambung)
All :
" Apa - apa - apa - apa??? ayo ceritakan!!!"
(pinta mereka penasaran)
Si
Pradal : "Nih, Gedung bokap gw
itu perawatannya saja 15 miliar, terus berapa kalau bikinnya coba?, mantab
kan??"
(memamerkan)
All :"Alamaaakkk...Super
sekaleee.. terus Si Rupahal?"
Si
Rupahal : "Kalau bokap gw,baru ruang rapat saja seharga 20 miliar, makanya kalo lagi rapat bokap gw lebih nyaman
tidur di sana"
(dengan
senyum sinisnya)
All : "
wuuuiiihhh...wuuuiihhh..... pasti nyaman bener tu ruangan,
Ngiler
gak bokap lo ? whahaha”
Si
Kaluri : "Kalau bokap gw mah
gak berbentuk barang, cuman tiap hari jalan - jalan ke luar negeri geto, whahaha"
All :
" wwwaaaahhhhhh....pengeeennnn...."
(Yang
sebelumnya terheran - heran, tiba - tiba dengan yakin Si Maksus ikut memamerkan keadaannya dan
perkatan polos keluar)
Si Maksus :
"Masih kaya bapak saya berarti".
Si
Kamal : " Kok bisa? Bokap lo
kan gak punya apa - apa? dari mana bisa dibilang lebih kaya?"
(dengan
gayanya)
Si
Maksus : " Nah itu tadi, duit 1,3
miliar sampe 20 miliar yang dipakai bapak - bapakmu sama ongkos jalan - jalan
ke luar negeri itukan duitnya bapak saya"
(masih
polos)
All :
"ah...gw gak percaya, mana buktinya???"
(menarik
nafas panjang lalu dengan kecepatan bicara yang tinggi)
Si Maksus :"
Buktinya,,,,,,
Bapak saya gak pernah
menikmati hari - hari besar, bahkan gak tau hari - hari besar tu kapan aja ,karena
duit buat beli kalender sudah buat bayarin kalender bapak Si Kamal yang
harganya 1,3 miliar.
Bapak saya kata orang
badannya bauk, iya, karena duit bapak saya buat beliin kado parfum bapaknya
Parmah seharga 1,6 miliar.
Bapak saya gak punya toilet,
kalau buang teh basi dan lain - lain di sungai, itu juga karena demi bapaknya
Bejal yang pengen toilet seharga 2 miliar.
Bapak saya gak punya rumah,
jadi bapak saya sekeluarga termasuk saya gak punya tempat tinggal tetap jadi
kami lebih sering tidur di pinggiran sungai, sebabnya masih sama, karena duit
bapak saya sudah digunakan bapaknya Rupahal dan Pradal untuk bangunan -
bangunan seharga 15 miliar dan 20 miliar, makanya tidur kami tak pernah
senyenyak tidurnya bapaknya Rupahal sewaktu rapat.
Dan keluarga kami minim
pengetahuan bahkan ada yang tidak bisa membaca, itu karena susahnya menyebrangi
sungai untuk menuntut ilmu di sekolahan, duit bapak yang direncanakan untuk
membangun jembatan, dengan cuma – cuma hanya untuk membayar biaya jalan - jalan
bapaknya Si Kaluri ke luar negeri.
Jadi kaya bapaknya
siapa?"
All :
"%!@#%!@#^!#$^$#%#^!#$.......Bokap lo"
(jawaban simpel sambil mlongo) 0_0
Si
Maksus : " Makanya jangan
sombong, bapak saya kan orang kayanya orang kaya, hahahahahahaha"
(entah
ekspresi tertawanya seperti apa) -_-
Wakil?
Apa sebenarnya peran seorang wakil?
Wakil
ketua kelas, membantu ketua kelas.
Wakil
kepala sekolah membantu kepala sekolah.
Wakil
presiden, membantu presiden.
Wakil
Rakyat, seharusnya juga membantu rakyat, bukan membuat buntu rakyat.
Ternyata
wakil rakyat memang hanya sebatas wakil, kewajiban kerja untuk sekedar hadir
pun juga mereka ‘wakil’-kan dan itu
terbukti dengan ‘gaulnya’ para wakil
rakyat sekarang yang bisa ‘nitip absen’
saat bolos kerja.
Dan
inilah salah satu sisi kehidupan di Indonesia, semoga mereka yang senang
berhura - hura dengan uang rakyat untuk hal yang percuma, bisa dibukakan pintu
hatinya oleh Allah swt. Amin...
THE
END
(JIKA
ADA KESAMAAN NAMA TOKOH SAYA MOHON MAAF) :)
“Janganlah
hanya mencari tempat tertinggi di mata semua orang, tapi juga carilah tempat
tertinggi itu di hati setiap orang”
This entry was posted
on 07.01
and is filed under
General
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.

0 komentar