Indonesia, Negara kita tercinta yang memiliki berbagai macam budaya, dari budaya tradisional hingga budaya modern. Tak heran jika banyak Negara – Negara di luar sana yang mengklaim budaya – budaya dari Indonesia sebagai budaya mereka dan semua itu terjadi juga karena Indonesia tak bisa melindungi seluruh apa yang menjadi hak mereka dan Indonesia tak pernah ingin peduli dengan semua budaya yang dimiliki. Kecuali setelah ada pengakuan dari Negara lain atas budaya kita, baru Indonesia bicara dan bergerak.
Tapi ada satu budaya yg negara lain tak akan mampu mencurinya, karena Indonesia dengan mati – matian dan sekuat tenaga mempertahankannya, apalagi kalau bukan "Budaya Terlambat". Dan satu lagi yang saya tidak mengerti, Budaya terlambat itu masuk dalam budaya modern apa tradisional ? , dibilang budaya modern, tapi sudah ada sejak dulu, :D
Oke, sepertinya di anggap aneh ketika disiplin waktu itu diterapkan di Indonesia, orang yang disiplin justru terkadang merasa sendiri, seperti tak ada orang lain di sekitar mereka. Memang tragedi terlambat itu terkadang tak bisa dihindari, dan yang semacam itu pasti bisa dimaklumi, saya sendiri juga tak jarang terlambat. Tapi janganlah terlambat itu Anda jadikan sebuah hobi. Kerena kebanyakan orang – orang Indonesia terlambat bukan karena suatu kepentingan yang tak bisa ditinggalkan, melainkan sudah menjadi hobi yang bisa membuat bahagia bagi melakukannya.
Contoh ketika saya melakukan dialog dengan seseorang, yang kami bicarakan waktu itu adalah mengenai rapat, dan saya sendiri pun tak bisa menghadiri rapat tersebut karena ada halangan. Saya bertanya kepadanya kenapa rapat sudah hampir dimulai sekitar 5 menit lagi tapi belum berangkat (ketika itu rapat pukul 09.00 wib), dia hanya bilang nanti sajalah, enakan nonton tv dulu, lagian juga belum ada orang kalo bernagkat awal jam segini. Padahal jarak rumah dia ke tempat tujuan rapat cukup jauh, sekitar 30 menit. Sudah terlihat kan berapa waktu yang sudah pasti terlewat???
Saya tegur,tapi apa yang dia bilang???
Lebih baik terlambat daripada tidak datang.
Mungkin banyak yang setuju dengan pernyataan ini? tapi tidak untuk saya.
Mungkin saya lebih suka kalau dia bilang lebih parah tidak datang daripada terlambat, dan saya akan menerimanya jika kalimat itu yang keluar.
Lebih baik terlambat daripada tidak datang, seperti membalik pepatah Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan menjadi pembunuhan itu lebih baik dari fitnah.
Membunuh baik ??? hah.. :D . Dua hal buruk yang seharusnya dihindari bukan dipuji.
Ketika Anda sudah out time, waktu setelah apa yang Anda lakukan sekarang sebenarnya sudah cidera, karena kedisiplinan Anda dalam mengatur waktu untuk tepat waktu akan mempengaruhi apa yang ada di depan Anda, bahkan mempengaruhi masa depan Anda.
Dan bukan hanya Anda yang merasakan akibatnya, orang di sekitar Anda pasti juga merasakan dampak out time tersebut.
Dan bagaimana mengatur waktu untuk tidak out time?
Sederhana, pikiran Anda harus tetap berencana ketika raga Anda bekerja.
Buatlah hidup Anda continue, agar apa yang Anda lakukan akan bisa sistematik.
Ketika Anda tidak tahu apa yang akan Anda lakukan setelah apa yang Anda sekarang lakukan, itu hanya akan membuang – buang waktu semata. Semakin Anda banyak membuang – buang waktu, akan semakin banyak juga rencana – rencana besar Anda di masa depan yang cidera.
Pertelevisian yang fimnya diambil dari kisah nyata dari kehidupan dunia yang dibuat menjadi sebuah acara di TV, sistematika waktunya justru lebih baik dari kehidupan nyata kita, di pertelevisian waktu seper sekian detik sangat berpengaruh atas semua acara yang akan ditayangkan setelah dan setelahnya, sehingga apa yang televisi tampilkan itu menarik untuk dilihat dan dijadikan tempat tujuan sederhana melepas penat bersama keluarga. Tapi kenapa kita yang ada di dunia nyata sulit untuk melakukannya???
Ada satu contoh lain tentang dampak dari membudayakan terlambat. Dan orang Indonesia pula lah yang akhirnya merasakan akibat dari out time itu sendiri. Tepatnya tanggal 25 Juni 2011, saat itu ada yang namanya seleksi TKI dari departemen tenaga kerja untuk bekerja di negeri ginseng Korea Selatan, yang salah satu tempat tesnya di UPI bandung. Korea, memang terkenal dengan kedisiplinan tinggi, seperti halnya Jepang. Di sana orang bekerja dituntut untuk datang sebelum jam kerja, bahkan tepat pada jam kerja saja sudah dapat teguran, apalagi terlambat.
Ketika itu ujian dimulai pukul 07.00 WIB. Semua peserta diharap datang lebih awal, sampai batas akhir 10 menit sebelum ujian dimulai harus sudah datang. Pukul 07.00 seluruh peserta harus sudah ada dalam ruangan, karena pada pukul 07.00 – 07.30 akan ada pengarahan tentang berlangsungnya tes. Dan tes tertulisnya tepat dimulai pukul 07.30 WIB. Dan ternyata, pada pukul 07.00 belum semua peserta tes yang terdaftar ada dalam ruangan. Ternyata sebagian besar peserta memang belum datang, dan akhirnya baru berselang 10 menit yaitu sekitar pukul 07.10 , ada rombongan peserta sebanyak 2 bus dari kota Palembang yang akhirnya tiba di lokasi. Melihat baru diberikan pengarahan, dan tes tertulisnya masih 20 menit lagi, mereka (rombongan 2 bus) merasa lega. Namun, akhirnya disiplin Korea membuat budaya Indonesia tak berkutik dibuatnya, rombongan 2 bus tersebut tak boleh masuk ruang ujian dan tak boleh ikut ujian, padahal ujian belum berlangsung, tapi ketepatan waktu mereka untuk datang memang sudah terlewat, walaupun hanya 10 menit. Segala bentuk alasan tak membuat hati orang – orang Korea luluh, mereka tetap teguh pada prinsip disiplin mereka. Bayangkan jika Anda di posisi mereka, sudah keluar uang berjuta – juta untuk mengikuti tes tersebut dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka nantinya serta Perjalanan yang cukup jauh Palembang – Bandung, semua sia – sia hanya karena terlambat 10 menit. Mungkin di Korea tak ada toleransi untuk sebuah keprofesionalan.
Dari semua dampak – dampak yang sudah kita ketahui, setidaknya ada sedikit perubahan bagi kita yang masih menganggap terlambat sebagai hobi, tidak harus mengingatkan orang lain untuk berubah jadi lebih baik, cukup dengan setiap individu dapat mengingatkan dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik.
Mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri dan mulailah sejak dini.
FIGHTING!!!
This entry was posted
on 05.38
and is filed under
General
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.

0 komentar